Tantangan Agen Sosialisasi KPU Kab Subang

Surel Cetak PDF

2 Orang Agen Sosialisasi KPU Kab Subang

SUBANG – Upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Subang Jawa Barat memiliki tantangan serius. Menurut seorang agen Sosilisasi Pilkada wilayah Kecamatan Cibogo, Gameli salah tantangan yang menarik ialah yang terjadi di Subang yaitu Bupatinya 3 kali berturut berurusan dengan hukum. “Sekarang Subang juga sedang hattrick (3 kali Bupatinya berurusan dengan hukum) sehingga banyak pemilih yang beranggapan lebih baik menjadi golput (tidak memilih) dibandingin memilih,” ujarnya kepada penulis, Kamis (29/3/2018).

Kemudian kata dia bersama timnya berusaha meyakinkan bahwa dengan memilih yang sesuai pilihannya menjadi salah satu usaha menjadikan Subang yang lebih baik. “Tapi ‘kan ini buat Subang yang lebih baik jadi harus (dengan) memilih (bisa) menjadikan (supaya) Subang lebih baik,” imbuhnya dengan nada serius.

Lalu menurut Agen Sosialisasi wilayah Kecamatan Subang yaitu Jessy tertantang ketika ketika berhadapan dengan pemilih pemula. Dia menjelaskan bahwa pemilihan itu menjadi hak warga negara yang akan menentukan masa depan. “Maka kita beri pengertian bahwa walaupun itu hak tetapi akan menentukan pemimpin daerah,” ujar Jessy.

Kata Jessy menjelaskan bahwa menggunakan hak pilih jauh lebih baik daripada tidak menggunakannya. “Kami berusaha memberikan pengertian dengan menggunakan hak pilih itu jauh lebih baik. Karena dengan tidak memilih pun bukan cara yang baik juga,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Komisioner Divisi Teknis, SDM dan Partisipasi masyarakat (Parmas) KPU Kab Subang, Ahmad Koncara pihaknya melibatkan agen sosialisasi supaya masyarakat sadar akan pentingnya menunaikan hak pilih. “Dengan tingkat patisipasi pemilih yang tinggi menjadi salah satu barometer kualitas demokrasi yang dilaksanakan,” katanya.

KPU Kabupaten Subang menargetkan tingkat partispasi pemilih sebesar 85%. “Memang ini berat (dengan kondisi sekarang). Tetapi harus kami upayakan. Ini tidak akan berhasil tanpa kebersamaan,” pungkasnya. (MDC/KPU Kab Subang)